|
Semuanya dimulai pada pada tahun 1935, ketika Ibu Hwan Gwan Ing membuat
kecap dengan resep tradisonal tanpa menggunakan bahan kimia
maupun bahan tambahan. Pada saat itu
Negara Republik Indonesia belum merdeka, dan memulainya
usaha ini
dengan menggunakan peralatan produksi yang sangat sederhana.
Pada saat itu, botol kaca bukanlah barang massal yang murah,
pembeli bahkan masih menggunakan kendi untuk wadah barang
yang mereka beli, gayungpun pada saat itu masih menggunakan
kayu dan batok kelapa.
Distribusi pada saat itu juga masih menggunakan tenaga
pedati yang ditarik dengan sapi. Suara lembut lonceng di
leher sapi menyambut setiap pagi dalam rutinitas distribusi
kecap SAWI pada saat itu. Terlepas dari hal tersebut satu hal
yang harus kita kenang adalah semangat juang yang tinggi
dari para pendahulu dalam melahirkan sebuah bisnis, yang
memiliki semangat tetap sama sampai hari ini.

Dalam perkembangaannya kabar dari mulut ke mulut telah
menjadikan Perusahaan Kecap cap SAWI dikenal oleh
masyarakat Kediri. Seiring dengan peningkatan
kapasitas produksi dan permintaan pasar mulailah daerah yang
lain merasakan kelezatan Kecap SAWI ini.
Memang bukanlah hal yang mudah untuk melakukan transformasi,
tetapi dengan semangat juang dan pengabdian yang sama dalam
memproduksi makanan yang sehat dan lezat, peningkatan
di bidang teknologi produksi dan keamanan pangan telah
dilakukan seiring dengan perkembangan jaman. Hal ini
akhirnya membuatkan pengakutan dari berbagai macam institusi
nasional yang telah melihat perbaikan dan perkembangan
perusahaan ini,
mulai dari BPOM dan MUI.
|